- Gay Friendly
Istilah ini agak2 aneh sebenarnya, ada orang2 PLU yang hobinya ngintilin cowo2 gay, ngumpul, becanda, maen bareng, tapi ngakunya suka perempuan, bahkan ke klub gay pun bawa cewe, entah cewe apa yang dibawanya, cewe jadi2an ato cewe bego mana yang buta seperti itu. Kalo emang punya pacar cewe, ngapain juga ngumpul ama PLU, apa untungnya bagi mereka? Kalo emang mo berteman, ya cari aja orang2 dengan preferensi yang sama, seperti kata2 yang pernah diucapkan di film QAF, if you're not going to suck dick, then you are not one of us ... that means you are not allowed here! Itulah salah satu kehebatan PLU, walopun sering keliatan simpatik bahkan cenderung lembut, kalo lagi galak, minta ampun deh, sama aja banci-banci juga ...
- Bi Guy
Entah tepat ato engga tipikal ini dimasukkan dalam klasifikasi gay karena mereka cenderung untuk ambivalen, suka2nya sendiri, punya pacar cewe tapi pengen menjalin hubungan dengan cowo juga, huh egois amat, maruk, sok oke banget, situ penganut poligami? *sewot...*. Ya sebenarnya sah-sah aja mereka punya preferensi begitu, bisa menikmati hubungan dengan dua jenis, it's kinda lucky, karena sekali lagi, seperti gay juga, ketertarikan seksual itu kan bukan hal yang dibuat-buat sendiri, bukan pilihan ato direncanakan.
Tapi tentunya ada rambunya, biar ga keliatan angkuh. Misalnya kalo sedang berhubungan dengan perempuan ya jalanin aja dulu sampe selesai, jangan berpaling ke laki-laki. Kalo sedang enga, ya barulah bisa berhubungan dengan cowok, jadi ga ada pihak yang merasa dimanfaatkan ato disewenang2kan. Kalo ada yang merasa, cowo-nya kudu mau memahami tipikal orang ini karena punya pacar cewek, puih dia pikir dia Brad Pitt, doi aja kaga minta untuk dipahami oleh cowo laen ...
- Banci Ningrat
PLU jenis ini umumnya punya selera yang tinggi akan banyak hal, dari mulai berpakaian dengan segala merek yang bertaburan ditubuhnya hingga perangkat2 male(?) grooming yang dikenakannya yang cenderung menyerupai kosmetika perempuan. Soal pergaulan, demi menjaga keningratannya, mereka membatasi diri dengan siapa bersosialisasi, kalangan mana, apa prestasinya *harta*. Misalnya kalo yang suka clubbing, jangan harap mereka mau menapakkan kaki di gay club yang banyak orang dari kalangan biasa apalagi satu gay club lusuh dipojokan daerah kota itu, amit-amit katanya.
Mungkin mereka mengidentifikasi diri dengan perempuan dari kalangan ningrat di Eropa pada zaman Victoria, dengan attire sophisticated dan lingkungan yang terbatas, yang ga mampu jangan berharap untuk bisa bergabung, lebih baik menyingkir deh daripada jadi bulan2an mulut2 setajam silet. Para Nyonya Besar ini, begitu mereka disebut, hanya pergi ke tempat2 dimana door bitchnya punya kemampuan mengendus kekayaan loe sehebat anjing pelacak mengendus barang-barang haram.
Selain itu tentunya mereka punya acara2 khusus untuk kalangan terbatas untuk orang-orang yang ga punya keterbatasan secara ekonomi.
- Banci Salon
Kalo tipikal ini sebenarnya kurang tepat untuk diklasifikasikan disini, karena pada dasarnya mereka adalah spesies tertentu, wanita yang terperangkap dalam tubuh pria, jeroannya perempuan, casingnya kuli, habitatnya ya disalon-salon *sentimen banget ya..* Kalo dari fisiologinya, lagi diam aja udah keliatan dari jauh bancinya, kena angin dikit langsung melambai *berlebihan*. Karena ada jiwa perempuan didalam tubuh laki2nya, suaranya pun suara perempuan yang kejepit oleh jakun laki-laki, jadinya serak-serak becek. Tipikal ini sangat jamak dan keberadaannya sudah begitu familiar sehingga masyarakat cenderung sudah ga terlalu ngurusin mereka, dan pada dasarnya mereka bisa diterima dan membaur dengan masyarakat sekitarnya. Tapi ingat, belum tentu mereka bisa diterima kalangan PLU, karena orang-orang PLU cenderung berpikiran mereka adalah beda dan ga mau disamaratakan begitu aja, tapi kalo soal cowok lucu, ya rebutan pastinya ... *sama aja*
- Banci Kaleng
Tipikal ini perlu diwaspadai. Kalo ngomong sama dia, kudu super hati2, jangan sembarangan memberi info apalagi ngasi tau suatu rahasia, sekali loe kelepasan, tunggu aja beberapa saat info ato rahasia itu akan balik lagi ke loe dari orang laen. Tapi tipikal seperti ini bisa dimanfaatkan sebenarnya. Kalo loe berniat menyebarkan rumor ato gosip ke orang-orang, ga perlu repot-repot ngasi tau semua orang, cukup bilang ke orang tipe ini, eh gw ada rahasia bla bla bla, dan sesaat kemudian menyebarlah ceritanya...
Kalo klasifikasi disini keliatannya terlalu menggeneralisasi, ya mungkin ini cuma untuk memperjelas gambaran mengenai adanya tipikal-tipikal tertentu dalam kelompok-kelompok PLU, yang akhirnya menunjukkan pada dasarnya PLU itu ga satu wajah tapi beragam banget, dengan karakteristik dan tingkah laku yang bermacam pula. Tipikal mana yang menunjukkan loe? Ato mungkin loe punya definisi sendiri mengenai orang seperti apa diri loe, sah-sah aja karena klasifikasi diatas ga berdasarkan riset yang komprehensif, cuma pengamatan berdasarkan pengalaman personal aja. Ga ada maksud untuk merendahkan ato menjelek2an golongan tertentu, hanya deskripsi belaka ...
Istilah ini agak2 aneh sebenarnya, ada orang2 PLU yang hobinya ngintilin cowo2 gay, ngumpul, becanda, maen bareng, tapi ngakunya suka perempuan, bahkan ke klub gay pun bawa cewe, entah cewe apa yang dibawanya, cewe jadi2an ato cewe bego mana yang buta seperti itu. Kalo emang punya pacar cewe, ngapain juga ngumpul ama PLU, apa untungnya bagi mereka? Kalo emang mo berteman, ya cari aja orang2 dengan preferensi yang sama, seperti kata2 yang pernah diucapkan di film QAF, if you're not going to suck dick, then you are not one of us ... that means you are not allowed here! Itulah salah satu kehebatan PLU, walopun sering keliatan simpatik bahkan cenderung lembut, kalo lagi galak, minta ampun deh, sama aja banci-banci juga ...
- Bi Guy
Entah tepat ato engga tipikal ini dimasukkan dalam klasifikasi gay karena mereka cenderung untuk ambivalen, suka2nya sendiri, punya pacar cewe tapi pengen menjalin hubungan dengan cowo juga, huh egois amat, maruk, sok oke banget, situ penganut poligami? *sewot...*. Ya sebenarnya sah-sah aja mereka punya preferensi begitu, bisa menikmati hubungan dengan dua jenis, it's kinda lucky, karena sekali lagi, seperti gay juga, ketertarikan seksual itu kan bukan hal yang dibuat-buat sendiri, bukan pilihan ato direncanakan.
Tapi tentunya ada rambunya, biar ga keliatan angkuh. Misalnya kalo sedang berhubungan dengan perempuan ya jalanin aja dulu sampe selesai, jangan berpaling ke laki-laki. Kalo sedang enga, ya barulah bisa berhubungan dengan cowok, jadi ga ada pihak yang merasa dimanfaatkan ato disewenang2kan. Kalo ada yang merasa, cowo-nya kudu mau memahami tipikal orang ini karena punya pacar cewek, puih dia pikir dia Brad Pitt, doi aja kaga minta untuk dipahami oleh cowo laen ...
- Banci Ningrat
PLU jenis ini umumnya punya selera yang tinggi akan banyak hal, dari mulai berpakaian dengan segala merek yang bertaburan ditubuhnya hingga perangkat2 male(?) grooming yang dikenakannya yang cenderung menyerupai kosmetika perempuan. Soal pergaulan, demi menjaga keningratannya, mereka membatasi diri dengan siapa bersosialisasi, kalangan mana, apa prestasinya *harta*. Misalnya kalo yang suka clubbing, jangan harap mereka mau menapakkan kaki di gay club yang banyak orang dari kalangan biasa apalagi satu gay club lusuh dipojokan daerah kota itu, amit-amit katanya.
Mungkin mereka mengidentifikasi diri dengan perempuan dari kalangan ningrat di Eropa pada zaman Victoria, dengan attire sophisticated dan lingkungan yang terbatas, yang ga mampu jangan berharap untuk bisa bergabung, lebih baik menyingkir deh daripada jadi bulan2an mulut2 setajam silet. Para Nyonya Besar ini, begitu mereka disebut, hanya pergi ke tempat2 dimana door bitchnya punya kemampuan mengendus kekayaan loe sehebat anjing pelacak mengendus barang-barang haram.
Selain itu tentunya mereka punya acara2 khusus untuk kalangan terbatas untuk orang-orang yang ga punya keterbatasan secara ekonomi.
- Banci Salon
Kalo tipikal ini sebenarnya kurang tepat untuk diklasifikasikan disini, karena pada dasarnya mereka adalah spesies tertentu, wanita yang terperangkap dalam tubuh pria, jeroannya perempuan, casingnya kuli, habitatnya ya disalon-salon *sentimen banget ya..* Kalo dari fisiologinya, lagi diam aja udah keliatan dari jauh bancinya, kena angin dikit langsung melambai *berlebihan*. Karena ada jiwa perempuan didalam tubuh laki2nya, suaranya pun suara perempuan yang kejepit oleh jakun laki-laki, jadinya serak-serak becek. Tipikal ini sangat jamak dan keberadaannya sudah begitu familiar sehingga masyarakat cenderung sudah ga terlalu ngurusin mereka, dan pada dasarnya mereka bisa diterima dan membaur dengan masyarakat sekitarnya. Tapi ingat, belum tentu mereka bisa diterima kalangan PLU, karena orang-orang PLU cenderung berpikiran mereka adalah beda dan ga mau disamaratakan begitu aja, tapi kalo soal cowok lucu, ya rebutan pastinya ... *sama aja*
- Banci Kaleng
Tipikal ini perlu diwaspadai. Kalo ngomong sama dia, kudu super hati2, jangan sembarangan memberi info apalagi ngasi tau suatu rahasia, sekali loe kelepasan, tunggu aja beberapa saat info ato rahasia itu akan balik lagi ke loe dari orang laen. Tapi tipikal seperti ini bisa dimanfaatkan sebenarnya. Kalo loe berniat menyebarkan rumor ato gosip ke orang-orang, ga perlu repot-repot ngasi tau semua orang, cukup bilang ke orang tipe ini, eh gw ada rahasia bla bla bla, dan sesaat kemudian menyebarlah ceritanya...
Kalo klasifikasi disini keliatannya terlalu menggeneralisasi, ya mungkin ini cuma untuk memperjelas gambaran mengenai adanya tipikal-tipikal tertentu dalam kelompok-kelompok PLU, yang akhirnya menunjukkan pada dasarnya PLU itu ga satu wajah tapi beragam banget, dengan karakteristik dan tingkah laku yang bermacam pula. Tipikal mana yang menunjukkan loe? Ato mungkin loe punya definisi sendiri mengenai orang seperti apa diri loe, sah-sah aja karena klasifikasi diatas ga berdasarkan riset yang komprehensif, cuma pengamatan berdasarkan pengalaman personal aja. Ga ada maksud untuk merendahkan ato menjelek2an golongan tertentu, hanya deskripsi belaka ...
Wooww, very good writing and observations :)
BalasHapusand yet you leave no trace of yourself on the net ;)
Thank you, the comment is so encouraging :)
BalasHapusJust like you are, we don't need a face to show, just words to write ...
Hahaha... Hopefully I will be able to spot you when we're in X2 :)
BalasHapusBtw. Do you mind to join us for the new gay blog ngondek.blogspot.com? One of our potential writer is just resign, coz he will get married. I think you're a good fit to the role: keen writer, well connected to the web and looks like having some spare time ;)
X2 is not my thing hehe ...
BalasHapusWhat do u mean 'join'? and what is it ngondek.blogspot.com? please explain first ya...
Ohh so.. Too bad then :p
BalasHapusBtw. Lihat ndiri aja deh blog nya.. Or follow some posts in my PhotoBlog page including the comments. The page is currently under development, will only be visible with an invitation. Therefore pls drop your email in my comment form, so I can put you in ;)
All personal related information will be kept confidential :)