Senin, 06 April 2009

How is it being gay guy in a big city

Judulnya agak berlebihan, pertanyaan yang ga perlu ada apalagi ditanyakan, tapi terkadang sekali-sekali perlulah untuk menimbang-nimbang lagi, dimana sih kita berada at this point in time, agar bisa melihat apakah yang udah kita jalanin sudah sepantasnya ...

Kalo bisa dibilang, invasion of gay people to the civilization, mungkin bener adanya, terutama bagi orang-orang yang merasa ga nyaman berada dalam lingkungan hubungan sejenis. Karena kondisinya terutama di kota besar seperti Jakarta yang sudah sedemikian terbuka, dibanding 10 tahun lalu misalnya, kita dengan gampangnya menemukan PLU everywhere. Terutama bagi yang sudah sangat terbuka, apalagi yang memang ga mampu ato ga mau untuk menutupinya, dari jalannya aja udah keliatan, oh jangankan yang ada unsur bergeraknya, diam aja udah bisa keliatan kalo dia binan. Nah yang gini2 terkadang bikin males, terutama bagi kita2 yang terikat kontrak untuk tetap jaim, biasanya akan langsung menghindar agar tidak ketularan, karena hal-hal tersebut contageous, menyebar tanpa disadarin...

Dimana2 kita bisa liat, laki-laki dengan tampilan fisik yang langsing dengan tas totte bagnya, yang minjam punya emaknya, celana2 selutut yang hanya dipakai oleh orang2 sejenis, muka2 yang keliatan mulus dan putih, kosmetiknya ngalahin perempuan bahkan. Baju-baju ketat, kalo ada ukuran extra small, pasti dipake. Menggandeng perempuan, kalo ga buta, pasti cewe itu open minded.

Rulenya simpel, don't talk don't admit, biarkan hal itu tetap di kloset, dan kita nikmati keadaan sebagai plu yang gaya hidupnya penuh dengan fun dan pleasure terutama dihari-hari libur dimana biasanya kita berkumpul dengan sesama. Di Jakarta, tempat2 hiburan didominasi oleh plu... Mau bukti, datang aja ke club yang crowdnya mix seperti yang sudah cukup megang seperti di Senayan, it is not hard to find one, they are many there.

Di gym, hmmm kalo bole dibilang, yang menciptakan tempat seperti ini adalah inventor yang jenius, karena PLU bisa membungkus orientasi seksual dengan alasan kesehatan ato kebugaran, padahal it's all about sex ... walopun mungkin ga secara langsung untuk mencari orang di gym buat sex, tapi tujuan akhirnya adalah untuk attract the same sex kan, soal kebugaran, forget about it, karena many of us smoking or drinking alcohol, what's the plausible explanation? Nah disinilah beauty-nya, sambil menyelam minum air, kebugaran dan kesenangan, sekali jalan dua tiga cowok lucu terlucuti...

Satu hal yang perlu dijaga adalah attitude. Ini rada2 sulit, karena terlalu banyak bergaul dengan sesama, ujung2nya adalah ngondek2an, jadi kudu tetap sober dan ga terlalu terpengaruh, karena sekali tergoda akan terjerumus selamanya. Kalo buat lucu2an, ya gapapalah, ga usah terlalu kaku juga, tapi tetap jangan sampe berlebihan, karena most of us adalah double agent, menjalani kehidupan ganda, antara kehidupan 'normal' dan PLU yang berbeda 180 derajat. Satu peran kehidupan sebagai laki-laki tulen yang sibuk mengejar karir hingga lupa dengan tugas mulianya untuk melanjutkan keturunan, dan kalo ditanya2, kapan mo nikah, ya jawabnya gampang, belum ketemu jodoh! Dalam hati, ah jodoh gw ga bisa dinikahin masalahnya.

Sedangkan di sisi kehidupan satunya, laki-laki yang ga tulen yang sibuk dengan romantika hubungan dengan laki-laki lain plus minus suka dukanya. Terkadang terpikir, kenapa ga bisa dimerge aja ya, jadi satu orang aja, capek kan punya kepribadian ganda gini, tapi emang ga bisa kok, at least dengan kondisi seperti sekarang ini, kita harus tetap meletakkannya pada tempatnya just like the way they are. Yang perlu adalah kemampuan untuk switch between personalities dengan cepat, sehingga bisa sinkron diwaktu yang dibutuhkan. Lelah, ya pastilah, tapi itulah harga yang harus dibayar. Tapi satu yang bisa dilakukan adalah to be truthful to yourself, and shut your mouth. Terserahlah kata-kata orang yang berbisik-bisik, capek kan mikirin apa yang dipikirin orang, toh kita ga bisa mengontrolnya. Yang penting ga frontal dan ga ganggu secara langsung aja.

Jangankan orang diluar PLU, sesama PLU kan terkadang saling membenci dan sirik2an. Itu udah sifat alaminya kok, sisi feminim yang sangat menonjol, ngomongin orang sampe ke kulit2nya, pokoknya ga suka aja ngeliat kalo orang seneng, ada aja salahnya, ga rela ngeliat orang bahagia. Ya itulah resiko kalo kita terlalu beredar, diam jadi omongan orang, ramah juga jadi omongan orang. Serba salah deh pokoknya. Kalo manly dibilang sok laki, kalo lebay dibilang banci. Ah sudahlah, whatever ajalah.

Anyway, pada dasarnya being PLU itu cukup fun kok kalo kita menjalaninya dengan hati yang lapang. walopun it's not easy, karena hati yang lapang membutuhkan kedewasaan dan kebijaksanaan, dan bisa menjaga pikiran untuk tetap positive thinking. Sebodo amat apa kata orang, yang penting loe ga ganggu dan ga ngurusin orang, pikirkan aja yang fun-fun karena fikiran yang fun akan membawa hidup kita menjadi fun ... mudah2an ...

1 komentar:

  1. Tulisannya das des dus. Tanpa tendeng aling-aling. Tanpa kiasan. Jujur dan bermakna.

    Bukan bermaksud lebay loh, ntar gw dibilang banci. Hahahahaha

    Salam doubleagent

    BalasHapus